Pengaruh Aspek Sosio-Kultur Masyarakat Loloan Terhadap Struktur Dan Makna Syair Burdah Melayu Di Bali
Keywords:
poetry, structural, semiotic, socio-culture
Abstract
Syair Burdah Melayu is a form of oral tradition that currently sustainable. Syair Burdah Melayu was created because immigrant community culture acculturation occur in Loloan, Bali. The fusion of the immigrant culture forming the absurdity in syair Burdah Melayu structure. This study aims to describe the meaning and form of syair Burdah Melayu with socio-cultural impact. Problem analysis are the meaning and variance form in syair Burdah Melayu. Theory used are dynamic structuralism by Mukarovsky and Felik Vodicka combined with semiotic theory by Charles Sander Pierce to explain the meaning and form of syair Burda Melayu that influence by socio-culture of Loloan Barat community. The research method uses qualitative types by using words to describe poetry analysis results. From the results of the analysis it's known that the form of Syair Burdah Melayu is influenced by other cultural elements such as Arab, Javanese, and Malay so the form of the Syair like separate but actually a whole unit.
Downloads
- Article PDF
- TEI XML Kaleidoscope (download in zip)* (Beta by AI)
- Lens* NISO JATS XML (Beta by AI)
- HTML Kaleidoscope* (Beta by AI)
- DBK XML Kaleidoscope (download in zip)* (Beta by AI)
- LaTeX pdf Kaleidoscope* (Beta by AI)
- EPUB Kaleidoscope* (Beta by AI)
- MD Kaleidoscope* (Beta by AI)
- FO Kaleidoscope* (Beta by AI)
- BIB Kaleidoscope* (Beta by AI)
- LaTeX Kaleidoscope* (Beta by AI)
How to Cite
References
Endraswara (2013) Metodelogi Penelitian Sastra.
Liaw Fang, Yock (2011) Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik.
M Karim, Abdul (2016) Toleransi Umat Beragama di Desa Loloan, Jembrana, Bali (Ditinjau dari Perspektif Sejarah). 16(1), 1-32.
Fadlil Mansyur, Munawar (2011) Perkembangan Sastra Arab dan Teori Sastra Islam.
Muntazir Muntazir (2017) Struktur Fisik dan Struktur Batin Pada Puisi Tuhan, Aku Cinta Padamu Karya WS Rendra. 3(2), 208-223.
P Putu, Anak Agung, Dkk (2015) Adaptasi Kosakata Bahasa Bali dalam Bahasa Melayu Loloan Bali. 14(1), 26-36.
Titik Pudjiastuti (2009) Tulisan Pegon Wujud Identitas Islam-Jawa: Tinjauan atas Bentuk dan Fungsinya. 2(2), 271-281.
Teguh Ratmanto (2004) Pesan: Tinjauan Bahasa, Semiotika, dan Hermeneutika. 5(1), 29-37.
Nyoman Ratna, Kutha (2013) Teori, Metode,dan Teknik Penelitian Sastra.
Eko Setiawan (2015) Nilai-Nilai Religius dalam Syair Shalawat Burdah. 10(1), 1-8.
A Teeuw (2012) Sastra dan Ilmu sastra.
Taum (2002) Masalah Klasifikasi dan Penjenisan dalam Studi Sastra Lisan. XVII(24-25), 102-112.
Ni Utami, Naniek Kohdrata (2016) Identifikasi Keunikan Lansekap Kampung Loloan di Jembrana. 2(1), 41.
M Zaim (2014) Metode Penelitian Bahasa: Pendekatan Struktural.
Pewawancara iya itu ada juga kematian, kalau pindah rumah juga ada, selingan pantun.
Pemain Burdah: Apa itu Syair Burdah Melayu? Syair Burdah Melayu Loloan merupakan bentuk pujian terhadap baginda Rasuldengan memainkan 13-15 burda(Alat musik yang hampir mirip dengan hadroh atau rebanayang berbentuk besar dan mayoritas pemain orang tua berusia di atas 50 tahun dengan dibarengi pembacaan pantun khas Loloan. Syair Burdah akan dibacakan?.
Karena Syair, Burdah Melayu termasuk hal yang sakral yang biasanya digunakan ketika ada acara-acara besar dalam Islam seperti Maulid, 7 Bulanan, potong rambut bayi, dll terhapat syair Melayu? terhadapsyair Burdah Melayu karena Syair Burdah Melayu Loloan ini termasuk salah satu adat khas daerah Loloan, Bali yang merupakan kampung Islam terbesar di Bali. Jika ada acara besar Syair Burdah ini yang dinanti-nanti.
Published
2019-09-14
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Authors and Global Journals Private Limited

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.